PENYULUHAN PENYAKIT JANTUNG BAWAAN MEMPERINGATI “CONGENITAL HEART DISEASE (CHD) AWARENESS WEEK 2024

Semeton RSUD Tabanan, Kamis 15 Februari 2024 PKRS RSUD Tabanan dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Bali melaksanakan Penyuluhan Kesehatan dengan topik “Mengenal Lebih Dekat Penyakit Jantung Bawaan”. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati “Congenital Heart Disease (CHD) Awareness Week 2024. Adapun narasumber pada kegiatan penyuluhan ini adalah Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Tabanan yaitu dr. I Gusti Bagus Putu Suwarjana K., Sp.JP. Penyakit Jantung Bawaan (PJB) merupakan penyebab cacat lahir yang paling sering terjadi dengan jenis dan tingkat keparahan yang beragam. Faktor risiko PJB yaitu memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung bawaan atau kelainan genetik, seperti sindrom Down, menderita diabetes tipe 1 atau 2 yang tidak terkontrol, mengonsumsi alkohol secara berlebihan atau merokok saat hamil, menderita infeksi virus, seperti rubella pada trimester pertama kehamilan, mengonsumsi obat-obatan tertentu selama hamil, seperti obat antijerawat golongan retinoid tanpa resep dokter.
Gejala PJB pada janin yaitu bunyi detak jantung yang tidak beraturan (aritmia) pada janin. PJB bisa terdeteksi saat USG kehamilan rutin atau sesaat setelah bayi dilahirkan. Gejala PJB pada bayi yaitu warna kebiruan atau kehitaman di bibir, kulit, atau jari-jari kelelahan dan kesulitan bernapas, terutama ketika disusui, berat badan rendah, pertumbuhan terhambat, pembengkakan di tungkai, perut, atau area sekitar mata, infeksi paru-paru yang berulang dan keringat dingin. Adapun gejala PJB pada anak yaitu detak jantung tidak beraturan (aritmia), pusing & mudah lelah, terutama saat aktivitas, napas terengah-engah, pembengkakan (edema) di kaki, pergelangan kaki, atau tangan, kulit berwarna kebiruan (sianosis), mudah pingsan. Segera periksa ke IGD rumah sakit terdekat bila bayi/anak/Anda sulit bernapas, kulit dan bibir tampak kebiruan, atau mengalami pembengkakan di tungkai atau bagian tubuh lainnya.
Adapun upaya pencegahan yang dapat dilakukan sebelum kehamilan yaitu melakukan vaksinasi rubella dan flu, menjalani pemeriksaan TORCH agar bisa diobati sebelum hamil, menjalani skrining genetik jika menderita atau memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit jantung bawaan. Selain itu, upaya pencegahan juga dapat dilakukan selama kehamilan dengan cara tidak merokok, menghindari paparan asap rokok, menjalani pola makan sehat dan bergizi seimbang sesuai untuk ibu hamil, mengonsumsi suplemen asam folat sesuai saran dari dokter dan kontrol kehamilan secara rutin