PENYULUHAN “INFEKSI MENULAR SEKSUAL” DI POLIKLINIK KEBIDANAN & KANDUNGAN

Infeksi menular seksual (IMS) adalah penyakit yang disebarkan oleh hubungan seks. Sebelumnya, IMS disebut sebagai penyakit menular seksual (PMS). IMS adalah penyakit serius yang memerlukan pengobatan. Beberapa IMS, seperti HIV, tidak dapat disembuhkan dan mematikan. Penyakit kelamin atau pun infeksi menular seksual sejatinya tidak hanya berbahaya bagi pasangan saja, tetapi kalau seorang wanita sedang dalam kondisi hamil, kemungkinan akan memberikan dampak kepada janin dalam kandungan. Seberapa berbahaya dampaknyanya tergantung kepada jenis penyakit kelamin atau pun infeksi menular seks yang diidap oleh ibu hamil. Kadang-kadang, IMS tidak menunjukkan gejala khusus. Akan tetapi, ada beberapa gejala umum yang bisa Anda kenali, yaitu :

  • Benjolan, luka, atau kutil di dekat mulut, anus, penis, atau vagina.
  • Bengkak atau kemerahan dekat penis atau vagina.
  • Ruam kulit.
  • Nyeri buang air kecil.
  • Berat badan berkurang, mencret, berkeringat di malam hari.
  • Sakit, nyeri, demam, dan menggigil.
  • Menguningnya kulit (jaundice).
  • Discharge dari penis atau vagina.
  • Keputihan menimbulkan aroma yang tak sedap.
  • Perdarahan dari lain dalam vagina daripada selama periode bulanan.
  • Seks yang menyakitkan.
  • Gatal parah dekat penis atau vagina.

Bila tidak diobati secara tepat, infeksi dapat menjalar dan menyebabkan penderitaan, sakit berkepanjangan, kemandulan dan bahkan kematian. Untuk remaja perempuan, risiko untuk terkena IMS lebih besar dari pada laki-laki sebab alat reproduksinya lebih rentan.

Penyuluhan rutin, Selasa (25/06), yang dilakukan di Poliklinik kebidanan dan Kandungan ini harapkan akan memberikan informasi dan pengetahuan kepada pasien dan keluarga pasien, sehingga menurunkan resiko terjangkitnya IMS di masyarakat.