PENYULUHAN TENTANG PENINGKATAN KEWASPADAAN DAN PENGENALAN GAGAL JANTUNG

Gagal jantung merupakan masalah kesehatan yang progresif dengan angka mortalitas & morbiditas yang tinggi di negara maju dan berkembang termasuk Indonesia. Di Indonesia usia pasien gagal jantung relative lebih muda di bandingkan eropa dan amerika. Yang disebut dengan pasien Gagal Jantung adalah kondisi saat otot jantung menjadi sangat lemah sehingga tidak bisa memompa cukup darah ke seluruh tubuh pada tekanan yang tepat. Terjadinya gagal jantung biasanya dipicu oleh masalah kesehatan, seperti Penyakit jantung coroner, Gangguan ritme jantung, Kardiomiopati atau gangguan otot jantung, Kerusakan pada katup jantung, Hipertensi atau tekanan darah tinggi, Hipertiroidisme atau kelenjar tiroid yang terlalu aktif, Anemia atau kekurangan sel darah merah, Miokarditis atau radang otot jantung, Cacat jantung sejak lahir dan Diabetes. Gejala utama gagal jantung adalah, Sesak napas, tubuh terasa lelah dan pembengkakan pergelangan kaki. Gagal Jantung merupakan kondisi seumur hidup yang tidak dapat diobati. Oleh karena itu, penanganan yang dilakukan adalah kombinasi obat-obatan, peralatan penopang jantung, operasi dan gaya hidup yang sehat.

Saat seseorang harus menghubungi dokter jika mengalami beberapa gejala, terjadi bengkak di telapak kaki, kaki, pergelangan kaki, atau perut, ketidakmampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari, batuk di malam hari, kebingungan atau gelisah, dehidrasi. sakit dada, denyut jantung cepat (lebih dari 120 per menit saat istirahat). Melalui penyuluhan Peningkatan Kewaspadaan dan Pengenalan Gagal Jantung, Jumat (03/05), pembicara dr.Eka Ariawan S,M.Biomed, Sp.JP beserta dr. Gede Nyoman Sudiarta, dengan harapan peserta penyuluhan mampu mengenali gejala-gejala gagal jantung dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi gagal jantung.