BINCANG SEHAT RUMAHKITA: MENGENAL HIPERTENSI DAN DIABETES MELLITUS SEBAGAI FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah gangguan pada jantung yang disebabkan sumbatan pada pembuluh darah jantung akibat penumpukan lemak atau plak. Faktanya, ada banyak hal yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit jantung koroner salah satunya hipertensi dan diabetes mellitus. Hari Jantung Sedunia diperingati tanggal 29 September setiap tahunnya, merupakan inisiatif dari World Heart Federation (WHF) sebagai bentuk perhatian bahwa penyakit kardiovaskular menjadi faktor penyebab terbesar kematian di dunia. RSUD Tabanan turut memperingati Hari Jantung Sedunia sebagai bentuk dukungan mendorong publik agar menerapkan pola hidup sehat demi kesehatan jantung. Tema Hari Jantung Sedunia 2021 adalah “Us Heart To Connect” mengajak kita untuk menggunakan pengetahuan, kasih sayang, dan pengaruh yang kita miliki untuk memastikan kita, orang yang kita cintai, dan komunitas kita memiliki kesempatan terbaik untuk menjalani kehidupan yang sehat untuk jantung. Di masa pandemi kita saling berjauhan, gunakan kekuatan digital untuk menghubungkan setiap hati, saling mengingatkan untuk merapkan perilaku CERDIK demi menjaga kesehatan jantung: Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok , Rajin aktivitas fisik, Diet gizi seimbang, Istirahat cukup dan Kelola stress. Memperingati Hari Jantung Sedunia, RSUD Tabanan telah melaksanakan Bincang Sehat RumahKita hari Jumat, 24 September 2021 dengan topik “Mengenal Hipertensi dan Diabetes Mellitus sebagai Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner” bersama narasumber dr. I Putu Gede Eka Ariawan Suyasa, M.Biomed., Sp.JP-FIHA. Berdasarkan penjelasan beliau 7 dari 10 penderita hipertensi yang tidak tertangani dengan baik berisiko mengalami penyakit kardiovaskular salah satunya penyakit jantung koroner dan penderita diabetes mellitus 2 kali lipat berisiko untuk mengalami penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Penderita hipertensi dan diabetes mellitus dapat melakukan pencegahan agar tidak terjadi komplikasi penyakit jantung koroner meliputi kontrol rutin yaitu penyakit hipertensi dan diabetes mellitus harus diobati dengan obat yang diminum teratur, lakukan olahraga dan aktivitas fisik teratur, jaga pola makan meliputi diet sesuai anjuran ahli gizi, istirahat yang cukup dan kelola stress. Tidak perlu takut untuk kontrol ke rumah sakit karena penderita hipertensi tidak boleh putus obat. Pada kondisi pasien stabil dan tidak ada keluhan maka keluarga boleh untuk mencari obat ke rumah sakit. Selain itu untuk pasien jantung sangat boleh untuk melakukan vaksinasi jika pasien telah direkomendasikan oleh dokter yang merawat serta dalam kondisi stabil dan terkontrol.