Selasa, 14 Desember 2021 telah diselenggarakan penyuluhan perawatan kaki diabetik kepada keluarga pasien yang menderita diabetes di ruang dahlia garing. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim PKRS RSUD Tabanan dan Mahasiswa Stikes Wira Medika Bali. Secara global, diperkirakan 422 juta orang dewasa hidup dengan diabetes pada tahun 2014, dibandingkan dengan 108 juta pada tahun 1980. Prevalensi diabetes di dunia (dengan usia yang distandarisasi) telah meningkat hampir dua kali lipat sejak tahun 1980, meningkat dari 4,7% menjadi 8,5% pada populasi orang dewasa. Hal ini mencerminkan peningkatan faktor risiko terkait seperti kelebihan berat badan atau obesitas. Selama beberapa dekade terakhir, prevalensi diabetes meningkat lebih cepat di negara berpenghasilan rendah dan menengah daripada di negara berpenghasilan tinggi.

Selain penyakit kardiovaskuler, DM juga merupakan salah satu penyebab utama penyakit ginjal dan kebutaan pada usia di bawah 65 tahun, dan juga amputasi (Marshall dan Flyvbjerg, 2006 dalam Hill, 2011). Selain itu, diabetes juga menjadi penyebab terjadinya amputasi (yang bukan disebabkan oleh trauma), disabilitas, hingga kematian. Masalah kaki merupakan penyebab penting dari komplikasi pada individu dengan Diabetes. Sirkulasi darah di tungkai dan kaki dapat menjadi buruk dan menyebabkan  jaringan saraf di kak rusak, sensasi rasa sakit berkurang sehingga kaki dapat terluka tanpa penderita menyadarinya  nutrisi ke jaringan kaki berkurang sehingga luka sulit sembuh. Luka kecil yang tersembunyi di bawah kaki dapat cepat berkembang menjadi luka besar yang parah. Luka dan infeksi yang terlanjur parah dapat menyebabkan dilakukan amputasi kaki.

Adapun perawatan kaki yang dapat dilakukan bagi penderita diabetes antara lain :

  • Bersihkan kaki setiap hari dengan air bersih dan sabun mandi
  • Berikan pelembab/ lotion (body lotion) pada daerah kaki yang kering agar kulit tidak menjadi retak, tapi jangan disela-sela jari kaki karena akan lembab dan dapat menimbulkan jamur
  • Gunting kuku kaki lurus mengikuti bentuk normal jari kaki, tidak terlalu dekat dengan kulit, kemudian kikir agar kuku tidak tajam.
  • Pakai alas kaki sepatu atau sandal untuk melindungi kaki agar tidak terjadi luka
  • Gunakan sepatu atau sandal yang baik, sesuai dengan ukuran dan enak untuk dipakai, dengan ruang sepatu yang cukup untuk jari-jari
  • Periksa sepatu sebelum dipakai, apakah ada kerikil, benda-benda tajam seperti jarum dan duri
  • Bila ada luka kecil, obati luka dan tutup dengan kain atau kassa bersih .
  • Periksa apakah ada tanda-tanda radang. Segera ke Dokter bila kaki mengalami luka