UNIT LAYANAN KEMOTERAPI DI RSUD TABANAN

UNIT LAYANAN KEMOTERAPI DI RSUD TABANAN

 

Sistem kesehatan Nasional melalui Undang-Undang Kesehatan nasional telah menetapkan Universal Health Covered (UHC) pada tahun 2019 bagi seluruh rakyat Indonesia. Telah kita ketahui bersama semua stakeholder terkait yang berperan dalam pelayanan kesehatan nasional bertanggung jawab terhadap peningkatan pelayanan kesehatan baik cakupan maupun mutu layanan kesehatan di Indonesia, Badan Penyelenggara Kesehatan Nasional, BPJS sebagai pengelola dana kesehatan, seluruh Rumah sakit baik RS pemerintah dan RS swasta sebagai pemberi pelayanan kesehatan dan pemerintah sebagai regulator harus bekerja secara berkesinambungan dan bekerjasama untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mengutamakan keselamatan pasien. Setiap Rumah sakit saat ini harus memiliki standar layanan atau terakreditasi baik oleh KARS ataupun SNARS, sehingga setiap layanan yang diberikan oleh rumah sakit memiliki standar mutu yang bersifat Nasional. Setiap RS juga harus memenuhi dan mencapai standar indikator mutu yang diamanahkan oleh pemerintah, serta memiliki suatu layanan unggulan sebagai prioritas yang dimiliki pada rumah sakit tersebut.

Rumah sakit Tabanan merupakan salah satu RS pemerintah yang dimiliki oleh kabupaten Tabanan, Dengan kelas tipe B Regional, yang mewilayahi Zona Bali barat yaitu Kabupaten Negara dan Singaraja. Saat ini Rumah sakit Tabanan sudah memiliki Dokter dibidang Kanker (Hemato-Onkologi Medik), sehingga Rumah sakit Tabanan dapat membuat suatu Unit Layanan baru yang diharapkan menjadi layanan unggulan di Bidang Onkologi Medik yang dapat memberikan pelayanan kemoterapi sistemik, yang mana layanan ini menjadi spesifik karena Rumah sakit lain di wilayah Bali Barat belum ada yang memiliki layanan ini. Saat ini Insiden kanker meningkat seiring dengan peningkatan angka harapan hidup dan kesejahteraan hidup manusia, sesuai data dari World Health Organization (WHO) dan International Agency for Research on Cancer (IARC), saat ini ditemukan kurang lebih 10 juta kasus baru kanker di dunia per tahun, dan diperkirakan akan terus meningkat menjadi 15 juta kasus baru per tahun di tahun 2015, dimana dua pertiga kasus akan terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar oleh Kementerian Kesehatan tahun 2007, insidens di Indonesia adalah 100 per 100.000 penduduk. Pengeluaran negara untuk kanker pada tahun 2012 adalah sebesar 1447,7 miliar rupiah, dan pada tahun 2014 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mengeluarkan biaya sebesar 905 miliar rupiah untuk kanker.

Pelayanan kanker merupakan pelayanan kesehatan yang kompleks karena memerlukan peran multidisiplin untuk mencapai hasil pengobatan yang optimal berdasarkan Evidence Based Medicine. Selaras dengan upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara nasional, khususnya penatalaksanaan pada penderita kanker, maka Rumah Sakit Tabanan berupaya untuk melakukan pelayanan kanker secara terpadu yang berkualitas tinggi, paripurna, terintegrasi dengan disiplin ilmu lain, bertanggungjawab secara profesi dan berlandaskan pada etika kedokteran, mengikuti perkembangan IPTEK sesuai Evidence Based Medicine (EBM) dan Value Based Medicine (VBM) serta memperhatikan efektivitas, efisiensi dan kesehatan/keselamatan kerja, termasuk diantaranya perlindungan terhadap pasien, petugas dan lingkungan, dengan berdasarkan standar nasional, diharapkan pelayanan kanker di RS Tabanan dapat mengimplementasikan pelayanan yang mencakup jaminan kualitas dan kontrol mutu secara komprehensif.

Pembentukan unit layanan onkologi medik sejatinya sudah dirintis dan tercetus sejak tahun 2015, pada saat itu dokter Internis kami sudah mendapat pelatihan kemoterapi dasar di Rumah sakit Umum Sanglah Denpasar, dengan sertifikat kompetensi dan dapat melakukan kemoterapi standar dengan menerima rujukan balik dari Rumah Sakit Sanglah. Untuk dapat melakukan tindakan kemoterapi tentu Rumah sakit Tabanan harus didukung oleh SDM, sarana dan prasarana yang tersertifikat khusus untuk tindakan kemoterapi, seperti perawat yang bersertifikat kemoterapi, tenaga Farmasi/apoteker bersertifikat kemoterapi serta ruangan Handling dan ruangan khusus untuk tindakan kemoterapi. Selama periode 2015 sampai dengan 2018 Rumah sakit Tabanan telah memberikan atau melakukan pelayanan kemoterapi pada pasien-pasien yang memeperoleh rujukan balik dari Rumah Sakit Sanglah Denpasar, serta Dokter Internis kami juga menempuh pendidikan spesialis tingkat II atau pendidikan sub-spesialis dibidang Hemato-Onkologi Medik. Setelah kurang lebih 3,5 tahun Dokter Internis kami telah menyelesaikan studinya dan memperoleh kompetensi Tambahan dibidang Hemato-Onkologi Medik dengan Gelar Konsultan Hemato-Onkologi Medik (KHOM).

Saat ini Unit Layanan Hemato-Onkologi Medik/Kemoterapi sistemik di RS Tabanan sudah dibentuk, mencangkup Poli rawat Jalan HOM, Ruang rawat inap khusus pasien-pasien kanker, ruang kemoterapi dan Ruang Isolasi Imun Menurun (RIIM) untuk pasien kanker yang menjalani kemoterapi resiko tinggi dan pasien yang mengalami Febril neutropenia akibat efek samping kemoterapi, serta ruangan Handling, ruangan khusus untuk mencampur obat-obat kemoterapi, Ruangan ODC (One Day Care) serta secara administrasi telah kami lengkapi mengenai SOP (Standar Operasional Prosedur), PPK (Panduan Praktek Klinis), Surat Keputusan sebagai regulasi baik untuk sarana prasarana, kompetensi SDM serta tariff pelayanan dibidang Hemato-Onkologi Medik.

Walaupun saat ini masih banyak kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaan  kemoterapi, namun kami tetap optimis dan secara berkesinambungan melakukan perbaikan-perbaikan dalam melakukan layanan kemoterapi, yang pada nantinya kami dapat secara optimal untuk mengimplementasikan pelayanan HOM yang mencakup jaminan kualitas dan kontrol mutu secara komprehensif, sehingga diharapkan dengan adanya Unit layanan kemoterapi ini dapat memberikan pelayanan bagi masyarakat Tabanan khususnya yang menderita kanker. Secara visual pelayanan hemato onkologi medik dapat anda akses melalui youtube chanel kami BRSU Tabanan https://youtu.be/52il_p1v6FM.