Artikel

PERINGATI HARI HIPERTENSI SEDUNIA. BRSUD TABANAN AJAK MASYARAKAT KENDALIKAN TEKANAN DARAH  DENGAN CERDIK

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling banyak diderita masyarakat. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2015 diketahui bahwa sekitar 1,13 Miliar orang di dunia mengalami hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Jumlah penderita hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025  tedapat 1,5 Miliar orang  yang terkena hipertensi dan diperkirakan 10,44 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat hipertensi dan komplikasinya. Hipertensi tidak

“PEROKOK” KELOMPOK RENTAN DITENGAH PANDEMI COVID-19

Pada 31 Desember 2019, WHO China Country Office melaporkan kasus pneumonia yang tidak diketahui etiologinya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Pada tanggal 7 Januari 2020, Cina mengidentifikasi pneumonia yang tidak diketahui etiologinya tersebut sebagai jenis baru coronavirus (coronavirus disease, COVID-19). Pada tanggal 30 Januari 2020 WHO telah menetapkan sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Yang Meresahkan Dunia/Public Health Emergency of International Concern (KKMMD/PHEIC). Penambahan jumlah kasus COVID-19 berlangsung cukup cepat dan

PERINGATI HARI DEMAM BERDARAH NASIONAL BRSUD TABANAN AJAK MASYARAKAT JANGAN LENGAH CEGAH DBD

Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tabanan makin meningkat di tengah pandemi COVID-19. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Tabanan, dalam rentang waktu Januari hingga Maret 2020 jumlah kasus DBD di Kabupaten Tabanan tercatat sebanyak 158 kasus. Angka ini mendekati jumlah kasus yang terjadi selama tahun 2019 yaitu 172 kasus. Pemerintah menghimbau masyarakat selain melakukan tindakan untuk mencegah penyebaran COVID-19 agar tetap waspada mengantisipasi bahaya penyakit DBD, sebab penyakit yang disebabkan

TINGKATKAN ANTIBODI TUBUH. KITA LAWAN COVID-19

ANTIBODI.  PERLINDUNGAN TERBAIK HADAPI ANCAMAN VIRUS KORONA. Virus korona hanya menular bila terjadi kontak langsung dengan orang yang sudah lebih dulu mengidap korona. Virus korona menyebar dari manusia kemanusia lewat batuk, bersin, atau kontak dekat. Namun apabila seseorang memiliki antibodi yang kuat, maka virus korona tidak bias melumpuhkan tubuh. Banyak orang nggak sadar pentingnya “ANTIBODI”. Orang panic dengan mendapatkan masker atau “hand sanitizer”, tapi semestinya kita lebih panic kalau “ANTIBODI”